Mengubah Sampah Menjadi Sumber Penghasilan dan Harapan Baru

Seminar “Limbah Jadi Berkah”: Mengubah Sampah Menjadi Sumber Penghasilan dan Harapan Baru

Indramayu, 27 September 2025 — Dalam upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan, telah diselenggarakan seminar inspiratif bertajuk “Limbah Jadi Berkah: Mengubah Sampah Menjadi Sumber Penghasilan dan Harapan Baru”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ahmad Sya’roni, S.Q., M.Si, seorang Dosen STIDKI NU Indramayu yang dikenal aktif dalam pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.

Dalam paparannya, Ahmad Sya’roni menekankan bahwa sampah tidak semestinya dianggap sebagai masalah, melainkan sebagai peluang besar yang bisa memberikan manfaat ekonomi dan sosial jika dikelola dengan benar. “Sampah sebenarnya adalah sumber daya yang tertunda. Jika kita mau memilah dan mengolahnya, maka di situ ada nilai tambah yang bisa kita ciptakan,” ujarnya di hadapan para peserta seminar.

Beliau menjelaskan bahwa limbah organik seperti sisa makanan, daun, dan kulit buah dapat diolah menjadi kompos, biogas, atau eco-enzyme, yang semuanya bernilai guna tinggi dan ramah lingkungan. Sementara itu, limbah anorganik seperti plastik, logam, dan kaca dapat didaur ulang menjadi berbagai produk kreatif — mulai dari pot tanaman, paving block, tas anyaman, hingga hiasan rumah yang bernilai jual.

Ahmad Sya’roni juga menampilkan sejumlah contoh inspiratif dari pelaku UMKM kreatif yang berhasil mengubah sampah menjadi produk unggulan. “Kini, banyak pengrajin lokal yang mampu menembus pasar online dan bahkan ekspor, hanya bermodal kreativitas dan ketekunan dalam mengelola limbah,” jelasnya.

Selain aspek ekonomi, seminar ini juga menyoroti dimensi sosial dari pengelolaan sampah, salah satunya melalui gerakan bank sampah yang telah terbukti memberdayakan masyarakat. Sistem ini tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung kepada warga melalui tabungan berbasis sampah.

Para peserta seminar tampak antusias mengikuti sesi diskusi yang interaktif. Banyak di antara mereka berbagi pengalaman dalam mengelola limbah rumah tangga, sekaligus bertukar ide mengenai produk daur ulang yang memiliki potensi pasar.

Dalam sesi penutup, Ahmad Sya’roni mengajak seluruh peserta untuk memulai langkah kecil dari rumah masing-masing. “Gerakan perubahan tidak selalu membutuhkan modal besar. Cukup dengan memilah sampah dan mengolahnya sesuai kemampuan, kita sudah berkontribusi besar bagi bumi dan masa depan,” tuturnya.

Kegiatan seminar ini diharapkan dapat menjadi pemicu kesadaran baru bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah, serta membuka peluang ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Dengan semangat “Limbah Jadi Berkah”, para peserta diingatkan bahwa setiap orang memiliki peran penting dalam menjaga bumi — mulai dari hal kecil yang dilakukan setiap hari.

Ayo bergabung menjadi mahasiswa STIDKI NU Indramayu!

Populer