Indramayu, 27 Oktober 2025 — Film daerah berjudul Pangku tengah menjadi sorotan karena keberhasilannya menghadirkan realitas budaya Indramayu melalui komunikasi verbal yang autentik. Film ini dinilai mampu mendokumentasikan bahasa Dermayu serta nilai-nilai sosial masyarakat pesisir yang mulai tergerus modernisasi.
Film Pangku, yang diproduksi oleh komunitas kreatif lokal, menampilkan percakapan sehari-hari warga Indramayu dengan menggunakan dialek Dermayu yang khas. Dialog-dialog lugas, humor spontan, dan intonasi tegas menjadi ciri utama yang memperkuat nuansa lokal dalam alur cerita.
Menurut beberapa pemerhati budaya, komunikasi verbal dalam film ini menjadi daya tarik serta sarana edukatif bagi generasi muda. Bahasa Dermayu yang digunakan para tokoh dianggap penting untuk pelestarian identitas linguistik masyarakat Indramayu.
“Film Pangku bukan hanya hiburan, tapi juga dokumentasi hidup dari cara bertutur masyarakat Indramayu. Anak-anak sekarang banyak yang sudah jarang memakai Dermayu. Kehadiran film ini dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap bahasa daerah,” ujar salah satu pemerhati budaya lokal.
Selain menghadirkan kekhasan bahasa, film ini juga mengangkat nilai-nilai sosial seperti gotong royong, hormat kepada orang tua, dan adanya keakraban antar warga desa. Banyak dialog yang menggambarkan situasi sosial nyata, mulai dari kehidupan nelayan hingga dinamika ekonomi keluarga.
Dalam beberapa adegan, percakapan antar tokoh menampilkan perbedaan cara pandang antara generasi tua dan muda. Konflik yang muncul justru memperlihatkan bagaimana nilai tradisional dan modern saling bernegosiasi dalam kehidupan masyarakat Indramayu saat ini.
Pengamat film lokal menilai bahwa penggunaan komunikasi verbal yang natural membuat Pangku terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari penontonnya. “Bahasanya otentik, tidak dibuat-buat. Ini yang membuat film tersebut relevan sebagai media pendidikan budaya,” ujar salah satu sutradara muda di Indramayu.
Film Pangku juga mendapat apresiasi dari kalangan akademisi karena dapat dijadikan bahan pembelajaran dalam mata kuliah komunikasi, sosiologi, hingga kajian budaya. Perguruan tinggi di wilayah Indramayu menilai film ini sebagai contoh media lokal yang efektif dalam merepresentasikan identitas masyarakat pesisir.
Dengan semakin maraknya konten digital, kehadiran film lokal seperti Pangku dianggap penting untuk menjaga keberlanjutan bahasa dan nilai-nilai budaya Dermayu agar dapat dikenal luas oleh generasi mendatang.