“Titik Nol Kilometer Diresmikan, Indramayu Barat Menapaki Babak Baru Pusat Pertumbuhan Jawa Barat”

Indramayu — Sebuah babak baru tengah ditulis di wilayah barat Kabupaten Indramayu. Peresmian Situs Nol Kilometer (0 KM) Indramayu Barat pada 22 Desember menjadi penanda dimulainya arah pembangunan kawasan yang digadang-gadang sebagai daerah pemekaran baru, sekaligus simbol harapan bagi percepatan pertumbuhan wilayah.

Situs 0 KM tersebut berdiri di atas tanah milik Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu, tepatnya di Desa Sukaslamet, Blok Harendong dan Lemahrempag, Kecamatan Kroya. Lokasi ini dipilih bukan tanpa alasan. Selain berada pada kawasan strategis, wilayah tersebut juga diproyeksikan menjadi titik awal pusat pemerintahan Indramayu Barat di masa mendatang.Seiring dengan itu, muncul pula wacana transisi status Desa Sukaslamet dari desa penyangga menjadi kelurahan, sebagai bagian dari penyesuaian tata kelola wilayah perkotaan yang berkembang pesat.

Transformasi ini menandai perubahan fungsi kawasan dari wilayah agraris menuju simpul pemerintahan, ekonomi, dan industri.

Namun demikian, penetapan Indramayu Barat sebagai daerah pemekaran baru masih menunggu ketok palu Menteri Dalam Negeri, sebagai tahapan akhir proses administratif dan legal negara. Meski begitu, geliat pembangunan dan kesiapan kawasan telah menunjukkan arah yang jelas.Secara geografis, kawasan 0 KM Indramayu Barat berada dalam aglomerasi industri strategis, terkoneksi langsung dengan jaringan jalan tol, serta dekat dengan pintu tol utama yang menghubungkan berbagai daerah di Jawa Barat.

Tidak jauh dari lokasi tersebut, wilayah Indramayu Barat juga berbatasan langsung dengan Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Subang, khususnya Kecamatan Cibogo, kawasan industri yang tengah tumbuh pesat.Konektivitas menjadi keunggulan utama.

Dari Indramayu Barat, waktu tempuh menuju Bandara Internasional Kertajati hanya sekitar 30 menit. Akses menuju kawasan industri Jalan Raya Cikamurang–Subang juga dapat ditempuh dalam waktu serupa. Bahkan, perjalanan menuju Kota Bandung kini semakin efisien, hanya sekitar 1 jam 20 menit melalui Tol Cisumdawu.

Dengan posisi strategis, infrastruktur penunjang, dan dukungan kawasan industri, Indramayu Barat mulai menegaskan diri sebagai primadona baru denyut nadi ekonomi Jawa Barat. Peresmian titik nol kilometer bukan sekadar seremoni, melainkan simbol awal perubahan besar—dari pinggiran menjadi pusat, dari desa penyangga menuju wajah baru kawasan perkotaan masa depan.

Ayo bergabung menjadi mahasiswa STIDKI NU Indramayu!

Populer