Motivasi Diri : Orang Sukses Adalah Mereka yang Berhenti Mencari Alasan Oleh: ROSYADI

Kesuksesan kerap dipersepsikan sebagai hasil dari kecerdasan, modal besar, atau kesempatan yang langka. Namun, jika dicermati lebih dalam, faktor paling menentukan justru sering bersifat non-teknis: sikap mental terhadap tanggung jawab dan alasan.

Banyak orang gagal bukan karena tidak mampu, melainkan karena terlalu lama bertahan pada pembenaran.Dalam kehidupan sehari-hari, alasan hadir hampir tanpa disadari.

Kondisi ekonomi, keterbatasan fasilitas, lingkungan yang kurang mendukung, hingga situasi sosial kerap dijadikan penjelasan atas stagnasi diri. Pada titik tertentu, alasan tidak lagi berfungsi sebagai penjelasan objektif, melainkan berubah menjadi mekanisme pertahanan untuk menghindari kegagalan dan rasa tidak nyaman akibat perubahan.

Berbeda dengan itu, orang sukses menunjukkan pola pikir yang lebih adaptif. Mereka tidak menafikan adanya keterbatasan, tetapi memilih untuk tidak menjadikannya pusat perhatian. Fokus mereka bergeser dari mengapa tidak bisa menjadi apa yang bisa dilakukan.

Pergeseran cara pandang inilah yang memungkinkan lahirnya keputusan, tindakan, dan inovasi, meskipun dalam kondisi yang jauh dari ideal.Berhenti mencari alasan berarti mengakui peran diri sendiri dalam setiap hasil yang diperoleh.

Sikap ini menumbuhkan kesadaran bahwa kegagalan bukan semata akibat faktor eksternal, melainkan juga ruang evaluasi personal. Dari sinilah muncul pembelajaran, perbaikan strategi, serta ketahanan mental yang menjadi ciri individu sukses.

Kesuksesan, dalam konteks ini, bukanlah kondisi tanpa hambatan, melainkan proses berkelanjutan dalam mengelola keterbatasan. Orang yang berhenti mencari alasan akan lebih cepat bergerak, lebih terbuka pada kritik, dan lebih konsisten dalam upaya.

Mereka memahami bahwa kemajuan tidak lahir dari situasi sempurna, tetapi dari keberanian untuk bertindak.Dengan demikian, orang sukses bukanlah mereka yang memiliki sedikit masalah, melainkan mereka yang menolak menjadikan masalah sebagai alasan untuk berhenti.

Selama alasan ditinggalkan dan tanggung jawab diambil, peluang untuk sukses akan selalu terbuka.Kesuksesan sejati bukan tentang hidup tanpa rintangan, melainkan tentang kemampuan untuk tetap melangkah di tengah keterbatasan.

Saat alasan dihentikan, potensi mulai bekerja. Saat keluhan dikurangi, tindakan diperbanyak. Di situlah perubahan nyata terjadi.Pada akhirnya, orang sukses bukanlah mereka yang tidak pernah gagal, tetapi mereka yang memilih bangkit dan bergerak, bukan bersembunyi di balik alasan. Sebab, selama seseorang masih sibuk mencari alasan, kesuksesan hanya akan tetap menjadi wacana, bukan kenyataan.

Ayo bergabung menjadi mahasiswa STIDKI NU Indramayu!

Populer