Curah Hujan Tinggi dan Minim Resapan Air Picu Banjir di Sejumlah Wilayah IndramayuIndramayu – Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, ditambah minimnya daerah resapan air serta meningkatnya debit Sungai Cimanuk sejak masuk musim hujan, menyebabkan banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.Di wilayah Indramayu Kota, genangan air terpantau terjadi di beberapa titik strategis.
Salah satunya di Jalan D.I. Panjaitan, di mana air menggenangi badan jalan dan menghambat aktivitas warga serta arus lalu lintas. Selain itu, sejumlah perumahan di sekitar kawasan perkotaan juga terdampak, dengan ketinggian air bervariasi mulai dari mata kaki hingga betis orang dewasa.Banjir tidak hanya melanda kawasan kota.
Di wilayah Pantai Utara (Pantura) Indramayu, luapan air kembali menjadi persoalan tahunan bagi masyarakat. Ladang persawahan di Desa Krimum, Kecamatan Losarang, kembali terendam akibat luapan sungai. Kondisi ini membuat para petani khawatir akan potensi gagal panen, terutama bagi tanaman padi yang baru memasuki masa tanam.“Setiap musim hujan, daerah ini memang jadi langganan banjir.
Kalau air sudah meluap, sawah pasti terendam,” ujar salah seorang warga setempat.Sementara itu, di sepanjang jalur Indramayu–Jatibarang, meningkatnya debit air menyebabkan sebagian ruas jalan tergenang. Kondisi tersebut berdampak pada kerusakan lapisan aspal hotmix, yang mulai terkelupas akibat terendam air dalam waktu cukup lama. Para pengguna jalan diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama pada malam hari dan saat hujan deras.
Banjir yang terjadi di berbagai wilayah ini kembali menyoroti persoalan tata kelola lingkungan, khususnya berkurangnya daerah resapan air akibat alih fungsi lahan serta sistem drainase yang belum optimal.
Selain itu, tingginya debit Sungai Cimanuk saat musim hujan masih menjadi ancaman serius bagi wilayah-wilayah yang berada di sekitarnya.Warga berharap adanya langkah jangka panjang dari pemerintah daerah dan pihak terkait, mulai dari normalisasi sungai, perbaikan drainase, hingga penataan ruang yang lebih ramah lingkungan, agar bencana serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.Hingga saat ini, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan kemungkinan naiknya kembali debit air sungai, mengingat intensitas hujan di wilayah Indramayu masih tergolong tinggi.