H.Supendi Sami’an,S.E.,M.M. Bersama Delegasi PTNU Perluas Jejaring Akademik Internasional di Uzbekistan

Kontributor: Harno Diyansyah

Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) melakukan rangkaian kunjungan internasional ke Uzbekistan pada 23 Januari hingga 3 Februari 2026. Agenda ini difokuskan pada penguatan kerja sama akademik lintas negara sekaligus ziarah ke makam para ulama besar yang memiliki pengaruh penting dalam khazanah keilmuan Islam dunia.

Kunjungan tersebut diikuti oleh 22 pimpinan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) yang terdiri atas rektor, ketua sekolah tinggi, serta pengurus Badan Penyelenggara Pendidikan (BPP). Salah satu pimpinan PTNU yang terlibat aktif dalam rombongan ini adalah Ketua STIDKI NU Indramayu,H. Supendi Sami’an, S.E., M.M. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Forum Rektor PTNU, Prof. Fatkul Anam.

Menurut Prof. Fatkul Anam, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi internasionalisasi PTNU guna memperluas jejaring global dan meningkatkan mutu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia menegaskan bahwa PTNU perlu mengambil peran aktif dalam percaturan akademik internasional dengan tetap membawa nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang moderat dan inklusif.Sejalan dengan hal tersebut,

H.Supendi Sami’an.S.E.,M.M. menilai bahwa keterlibatan PTNU dalam kerja sama internasional menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas institusi pendidikan tinggi NU, khususnya dalam penguatan riset, pengembangan sumber daya manusia, dan jejaring keilmuan global.Pada 30 Januari 2026, delegasi PTNU diterima secara resmi oleh jajaran pimpinan Bukhara State University (BUKSU).

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Abror Juraev, didampingi Kepala Kantor Urusan Internasional Shohabbos Sharofiddinov serta para dekan fakultas.Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak membahas peluang kolaborasi di berbagai bidang, antara lain riset pertanian dan perkebunan, pengembangan ekonomi pariwisata, serta kerja sama kegiatan atletik.

Pihak BUKSU juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi pertukaran mahasiswa, atlet, dan pelatih, serta membuka peluang bagi dosen dan peneliti PTNU untuk melakukan riset bersama.Dalam sesi diskusi,

H.Supendi Sami’an.S.E.,M.M. turut mendorong agar kerja sama internasional tidak hanya berfokus pada pertukaran akademik, tetapi juga diarahkan pada penguatan kapasitas kelembagaan PTNU, khususnya dalam pengembangan kurikulum dan peningkatan kompetensi dosen.Sejumlah pimpinan PTNU lainnya juga mengusulkan penguatan kerja sama yang lebih spesifik pada pengembangan teknologi dan sains sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

Selain agenda akademik, delegasi juga melaksanakan ziarah ke makam para ulama besar, di antaranya Syekh Bahauddin Naqshabandi dan Syekh Abdul Kholiq Gijduvani di Bukhara, serta Imam Abu Mansur Al-Maturidi dan Imam Abu Muhammad Ismail Al-Bukhari di Samarkand.

Dalam kunjungan ke Kompleks Makam Imam Bukhari pada 2 Februari, rombongan mendapat kesempatan khusus untuk melaksanakan tahlil langsung di depan maqbarah.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Imam Bukhari International Scientific Research Center (IBISRC) yang dipimpin langsung oleh Direktur, Prof. Shovosil Ziyodov. Dalam pertemuan tersebut, disepakati tujuh bidang kerja sama, meliputi pelestarian manuskrip ulama, program fellowship studi hadis, hingga penyelenggaraan kegiatan sema’an dan qira’ah hadis berskala internasional setiap tahun.

Pada 3 Februari, rombongan melanjutkan perjalanan ke Tashkent untuk mengunjungi International Islamic Academy of Uzbekistan (IIAU) dan Imam Maturidi International Scientific Research Center (IMISRC). Pada kesempatan tersebut juga digelar konferensi internasional bertema Human Fraternity and the Role of Religion yang menghadirkan tokoh-tokoh lintas agama.

Diskusi lanjutan dengan pimpinan IIAU dan IMISRC menghasilkan kesepakatan kerja sama dalam bidang publikasi ilmiah, pengelolaan jurnal akademik, program pembimbingan bersama jenjang magister dan doktoral, serta pemberian beasiswa studi lanjut bagi mahasiswa dari kedua negara. Kesepakatan ini dinilai

H.Supendi Sami’an.S.E.,M.M. sebagai peluang strategis bagi PTNU untuk meningkatkan daya saing lulusan di tingkat internasional.Sebagai penutup rangkaian kegiatan, delegasi PTNU melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tashkent dan disambut langsung oleh Duta Besar RI untuk Uzbekistan dan Tajikistan,

Prof. Siti Ruhaini Dzuhayatin. Dalam pertemuan tersebut, Dubes RI menyampaikan perkembangan hubungan bilateral Indonesia–Uzbekistan serta memberikan dukungan terhadap inisiatif kerja sama akademik yang dijalankan PTNU.Secara keseluruhan,

H. Supendi Sami’an,S.E.,M.M. berharap berbagai kerja sama internasional yang dirintis melalui kunjungan ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi PTNU dan memperkuat kontribusi pendidikan tinggi NU dalam pengembangan peradaban Islam yang moderat dan berkemajuan.

Ayo bergabung menjadi mahasiswa STIDKI NU Indramayu!

Populer