Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Nahdlatul Ulama (STIDKI NU) Indramayu, Supendi Samian, bersama Forum Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) yang tergabung dalam delegasi Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU), melakukan kunjungan internasional ke Buxaro State University, Uzbekistan.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya strategis LPTNU dalam membangun kerja sama internasional serta memperkuat kapasitas dan daya saing kampus-kampus di bawah naungan Nahdlatul Ulama di tingkat global.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi PTNU dan pihak Buxaro State University membahas berbagai peluang kolaborasi, mulai dari pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan riset bersama, hingga kerja sama akademik di bidang keilmuan Islam, dakwah, sosial, dan budaya. Kerja sama ini diharapkan mampu membuka akses internasional bagi civitas akademika PTNU sekaligus memperkaya perspektif keilmuan lintas negara.
Supendi Samian menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah penting bagi STIDKI NU Indramayu dan PTNU secara umum dalam menjawab tantangan globalisasi pendidikan tinggi. Menurutnya, penguatan jejaring internasional merupakan kebutuhan mendesak agar perguruan tinggi NU tidak hanya kuat secara lokal dan nasional, tetapi juga diakui di kancah internasional.
“Kerja sama internasional ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk meningkatkan mutu pendidikan, memperluas wawasan global mahasiswa, serta memperkuat peran PTNU sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.Sementara itu, pihak Buxaro State University menyambut baik kunjungan delegasi LPTNU dan menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan.
Uzbekistan sendiri dikenal sebagai salah satu pusat peradaban dan keilmuan Islam dunia, sehingga kolaborasi ini dinilai memiliki nilai strategis bagi pengembangan akademik PTNU.
Melalui kunjungan ini, LPTNU menegaskan komitmennya untuk terus mendorong internasionalisasi perguruan tinggi NU, sekaligus memperkuat peran NU dalam membangun peradaban pendidikan yang inklusif, berdaya saing, dan berorientasi global

