Mencetak Wartawan Profesional Berbasis Kode Etik JurnalistikSeminar Jurnalistik Pada Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (STIDKI NU Indramayu)

Mencetak Wartawan Profesional Berbasis Kode Etik JurnalistikSeminar Jurnalistik Pada Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (STIDKI NU Indramayu) Dalam era keterbukaan informasi dan derasnya arus media digital, peran wartawan tidak hanya dituntut cepat dalam menyampaikan berita, tetapi juga cermat, akurat, dan beretika.

Kesadaran inilah yang melatarbelakangi diselenggarakannya Seminar Komunikasi Penyiaran Islam dengan tema “Mencetak Wartawan Profesional Berbasis Kode Etik Jurnalistik” yang digelar oleh STIDKI NU Indramayu.Seminar ini dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026, pukul 11.00 WIB, bertempat di Aula Ruang Kaca STIDKI NU Indramayu.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber berkompeten di bidang jurnalistik, yaitu H. Adun Sastra, S.H., M.H., selaku General Manager Radar Indramayu, yang telah lama berkecimpung dalam dunia pers dan media massa.Pentingnya Kode Etik dalam Dunia JurnalistikDalam pemaparannya, H. Adun Sastra menegaskan bahwa profesionalisme wartawan tidak hanya diukur dari kemampuan menulis berita atau kecepatan menyajikan informasi, tetapi juga dari kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik.

Kode etik menjadi pedoman moral dan profesional yang mengarahkan wartawan agar bekerja secara jujur, adil, berimbang, serta bertanggung jawab kepada publik.Menurutnya, di tengah maraknya hoaks, ujaran kebencian, dan informasi provokatif di media sosial, wartawan justru harus tampil sebagai penjaga nalar publik.

Wartawan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan telah melalui proses verifikasi dan tidak merugikan pihak mana pun.Jurnalistik dalam Perspektif Komunikasi Penyiaran IslamSeminar ini menjadi semakin bermakna karena dikaitkan dengan perspektif Komunikasi Penyiaran Islam. Jurnalistik tidak hanya dipandang sebagai profesi, tetapi juga sebagai bentuk dakwah melalui informasi.

Nilai-nilai Islam seperti kejujuran (shiddiq), amanah, tanggung jawab, dan keadilan sangat relevan dengan prinsip dasar jurnalistik.H. Adun Sastra menyampaikan bahwa wartawan Muslim, khususnya mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam, memiliki keunggulan moral jika mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam praktik jurnalistik. Informasi yang disampaikan tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif dan mencerahkan masyarakat.

Tantangan Wartawan di Era DigitalDalam sesi diskusi, narasumber juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi wartawan saat ini, terutama di era digital. Kecepatan sering kali mengalahkan akurasi, dan sensasi kerap menggeser substansi.

Kondisi ini berpotensi melahirkan jurnalisme yang tidak sehat jika tidak dibarengi dengan pemahaman etika yang kuat.Mahasiswa sebagai calon jurnalis diharapkan tidak terjebak pada pola jurnalisme instan. Mereka perlu membekali diri dengan kemampuan literasi media, teknik penulisan berita yang benar, serta integritas pribadi yang kokoh agar mampu bersaing secara profesional tanpa mengorbankan nilai etika.

Peran Perguruan Tinggi dalam Mencetak Wartawan ProfesionalSeminar ini juga menegaskan peran strategis perguruan tinggi, khususnya STIDKI NU Indramayu, dalam mencetak wartawan profesional. Kampus tidak hanya menjadi ruang transfer ilmu, tetapi juga laboratorium nilai dan karakter.

Melalui kegiatan akademik seperti seminar, diskusi, dan praktik jurnalistik, mahasiswa dibentuk menjadi insan pers yang kritis, beretika, dan berwawasan kebangsaan.Ketua panitia dalam sambutannya berharap seminar ini mampu membuka wawasan mahasiswa tentang dunia jurnalistik yang sesungguhnya serta memotivasi mereka untuk menekuni profesi wartawan secara serius dan bertanggung jawab.

PenutupSeminar Komunikasi Penyiaran Islam dengan tema “Mencetak Wartawan Profesional Berbasis Kode Etik Jurnalistik” ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa STIDKI NU Indramayu untuk memahami bahwa jurnalistik bukan sekadar profesi, melainkan amanah sosial.

Dengan menghadirkan praktisi media yang berpengalaman, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kritis dan etis dalam diri mahasiswa sebagai calon wartawan masa depan.Melalui penguatan nilai kode etik jurnalistik yang selaras dengan ajaran Islam, diharapkan lahir wartawan-wartawan profesional yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.

Ayo bergabung menjadi mahasiswa STIDKI NU Indramayu!

Populer