Oleh Tuminih
Ngarot Desa Lelea: Warisan Kearifan Lokal dalam Menjaga Nilai Sosial dan Budaya MasyarakatPendahuluanIndonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan tradisi dan budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Setiap daerah memiliki kearifan lokal yang berfungsi sebagai pedoman hidup masyarakatnya. Salah satu bentuk kearifan lokal yang masih lestari hingga kini adalah Tradisi Ngarot yang berasal dari Desa Lelea, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat
. Tradisi ini tidak hanya menjadi perayaan adat, tetapi juga sarat dengan nilai sosial, budaya, dan moral yang memperkuat identitas masyarakat setempat.Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, Tradisi Ngarot tetap bertahan sebagai simbol kuat pelestarian budaya agraris dan nilai kebersamaan masyarakat Desa Lelea
. Keberadaan Ngarot menunjukkan bahwa kearifan lokal mampu menjadi benteng budaya sekaligus sarana pendidikan sosial bagi generasi muda.Sejarah dan Makna Tradisi NgarotTradisi Ngarot merupakan upacara adat yang dilaksanakan menjelang musim tanam padi. Upacara ini melibatkan para pemuda dan pemudi desa yang masih lajang sebagai peserta utama.
Mereka mengenakan pakaian adat khas, dengan pemudi memakai hiasan bunga segar di kepala, sementara pemuda mengenakan busana tradisional sederhana.Secara historis, Ngarot menjadi simbol persiapan masyarakat agraris dalam menyambut musim tanam. Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan kepada alam sekaligus doa bersama agar hasil pertanian melimpah. Namun, seiring perkembangan zaman, Ngarot tidak hanya dimaknai sebagai ritual pertanian, tetapi juga sebagai sarana pembinaan moral, sosial, dan budaya generasi muda
.Nilai Kearifan Lokal dalam Tradisi Ngarot
1. Nilai Sosial dan KebersamaanTradisi Ngarot mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan kebersamaan masyarakat Desa Lelea. Seluruh warga terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan acara, mulai dari tokoh adat, pemerintah desa, hingga masyarakat umum. Hal ini memperkuat ikatan sosial dan rasa memiliki terhadap budaya bersama.Selain itu, keterlibatan pemuda dan pemudi dalam Ngarot menjadi sarana sosialisasi yang sehat dan terarah. Tradisi ini mengajarkan etika pergaulan, saling menghormati, dan menjaga norma sosial yang berlaku di masyarakat
.2. Nilai Budaya dan Identitas LokalNgarot menjadi identitas budaya khas Desa Lelea yang membedakannya dari daerah lain. Busana adat, musik tradisional, serta rangkaian prosesi yang dilakukan mencerminkan kekayaan budaya lokal Indramayu. Melalui Ngarot, masyarakat mempertahankan nilai-nilai budaya leluhur agar tidak tergerus oleh budaya luar.Tradisi ini juga berfungsi sebagai media pewarisan budaya dari generasi tua kepada generasi muda. Nilai-nilai adat, sejarah desa, dan filosofi hidup disampaikan secara simbolik melalui prosesi Ngarot.
3. Nilai Moral dan Pendidikan KarakterPeserta Ngarot umumnya adalah generasi muda yang belum menikah. Hal ini mengandung pesan moral tentang pentingnya menjaga sikap, kesucian diri, tanggung jawab, dan kesiapan mental sebelum memasuki kehidupan dewasa. Dengan demikian, Ngarot berperan sebagai sarana pendidikan karakter berbasis kearifan lokal.Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap adat juga tertanam kuat dalam tradisi ini. Generasi muda diajarkan untuk menghargai aturan adat sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.Peran Tradisi Ngarot dalam Menjaga Keharmonisan SosialTradisi Ngarot berfungsi sebagai alat pemersatu masyarakat.
Melalui perayaan bersama, perbedaan latar belakang sosial, ekonomi, maupun pendidikan dapat dilebur dalam satu identitas budaya yang sama. Hal ini menciptakan keharmonisan dan stabilitas sosial di lingkungan masyarakat Desa Lelea.Selain itu, Ngarot menjadi ruang dialog budaya antara masyarakat lokal dan pengunjung dari luar daerah. Interaksi ini membuka peluang pemahaman lintas budaya tanpa menghilangkan nilai-nilai lokal yang ada.Tantangan dan Upaya PelestarianMeskipun masih dilestarikan, Tradisi Ngarot menghadapi tantangan di era modern, seperti perubahan pola pikir generasi muda, komersialisasi budaya, serta pengaruh budaya populer.
Jika tidak dikelola dengan baik, nilai sakral dan filosofis Ngarot berpotensi mengalami pergeseran makna.Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian yang berkelanjutan, seperti:Edukasi budaya kepada generasi muda melalui sekolah dan komunitasDukungan pemerintah daerah dalam bentuk regulasi dan promosi budaya Dokumentasi dan publikasi tradisi Ngarot secara akademik dan digitalPelibatan aktif masyarakat lokal sebagai pelaku utama pelestarian budaya Kesimpulan Tradisi Ngarot Desa Lelea merupakan warisan kearifan lokal yang memiliki peran penting dalam menjaga nilai sosial dan budaya masyarakat.
Tidak hanya sebagai ritual adat, Ngarot menjadi media pendidikan karakter, penguat identitas budaya, serta perekat sosial masyarakat agraris. Di tengah tantangan modernisasi, pelestarian Tradisi Ngarot menjadi tanggung jawab bersama agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.