Supendi Sami’an

Supendi Samian, 54 Tahun Mengabdi dengan Ilmu, Amanah, dan KeikhlasanHari ini, 9 Januari 2026, menjadi momentum istimewa bagi Supendi Samian, seorang tokoh pendidikan dan penggerak organisasi keagamaan yang genap berusia 54 tahun.

Lahir pada 9 Januari 1972, Supendi Samian merupakan putra dari H. Samian dan Hj. Tursinah, sosok yang tumbuh dari lingkungan desa dengan nilai-nilai kerja keras, kesederhanaan, dan semangat pengabdian yang kuat.Perjalanan hidup Supendi Samian tidaklah instan.

Ia menapaki hidup dengan proses panjang yang membentuk karakter disiplin, amanah, dan tanggung jawab. Sebelum dikenal luas di dunia pendidikan dan organisasi, ia pernah berkiprah sebagai bankir di bank swasta, sebuah pengalaman profesional yang turut menempa keteguhan prinsip dan integritasnya dalam bekerja.Di lingkungan keluarga, Supendi Samian dikenal sebagai suami dari Erni dan ayah dari dua amanah terbaik, yakni Zahratul Fuada Huzaemi dan As’ad Muzaffar.

Bagi beliau, keluarga adalah sumber kekuatan utama sekaligus doa yang tak pernah putus dalam setiap langkah pengabdian.Komitmennya terhadap Nahdlatul Ulama (NU) dijalani dengan penuh kesabaran dan ketulusan.

Ia berkhidmah dari tingkat bawah, dimulai dari MWC NU, kemudian berlanjut ke PCNU, hingga dipercaya mengabdi di PWNU. Setiap langkah yang ditempuhnya bukanlah tentang jabatan, melainkan tentang perjuangan dan kebermanfaatan umat.Dalam bidang pendidikan, kiprah Supendi Samian tercatat nyata dan konsisten. Ia mengemban amanah sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Darul Ma’arif.

Berperan sebagai dosen,Bang sam dipercaya memimpin Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Nahdlatul Ulama (STIDKI NU). Kepemimpinannya sebagai Ketua STIDKI NU pada periode 2020–2025 dinilai membawa penguatan institusi, hingga kembali mendapatkan kepercayaan untuk memimpin pada periode kedua 2025–2029.

Selain itu, Supendi Samian juga aktif di tingkat regional dan nasional sebagai Bendahara Forum Pimpinan dan Rektor Perguruan Tinggi NU, serta Wakil Ketua Forum Pimpinan dan Rektor PTKIS Jawa Barat. Di luar dunia akademik, ia tetap berkiprah sebagai praktisi ekonomi, menjembatani nilai keilmuan dengan realitas sosial dan profesional.

Memasuki usia 54 tahun, perjalanan Supendi Samian menjadi bukti bahwa pengabdian yang dilandasi ilmu, keikhlasan, dan konsistensi akan selalu menemukan jalannya.

Sosoknya menjadi teladan bahwa kerja sunyi dan khidmah yang tulus mampu memberi arti besar bagi umat dan bangsa.Selamat Ulang Tahun ke-54, Supendi Samian.Terus mengabdi, mencerdaskan, dan memberi makna.Barakallāh fī ‘umrik

Ayo bergabung menjadi mahasiswa STIDKI NU Indramayu!

Populer